KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) telah resmi meluncurkan program pembangunan dan revitalisasi infrastruktur kampus yang ambisius. Program komprehensif ini, yang diumumkan pada Selasa (09 April 2026), mencakup pembangunan gedung akademik baru, perpustakaan digital, laboratorium terpadu, dan perbaikan sistem utilitas kampus dengan total investasi mencapai Rp 47 miliar.
Inisiatif besar ini menjadi bagian integral dari visi jangka panjang Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi lebih dari 8.500 mahasiswa yang tersebar di berbagai program studi. Rencana pembangunan ini akan dilaksanakan secara bertahap selama kurun waktu dua tahun, mulai dari kuartal kedua tahun 2026 hingga akhir tahun 2028.
Latar Belakang Pembangunan Infrastruktur
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meluncurkan program revitalisasi infrastruktur ini didasarkan pada hasil evaluasi mendalam terhadap kondisi fisik kampus yang telah beroperasi lebih dari dua dekade. Meskipun institusi ini telah berkontribusi signifikan terhadap pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara, beberapa fasilitas akademik dinilai sudah tidak memenuhi standar internasional dan perlu pembaruan menyeluruh.
“Kami memahami bahwa mahasiswa masa kini membutuhkan infrastruktur kampus yang modern dan mendukung proses pembelajaran berkualitas tinggi. Kondisi beberapa gedung akademik kami, khususnya yang dibangun pada tahun 1990-an, sudah tidak optimal untuk mendukung metode pembelajaran kontemporer,” ungkap Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Pd., dalam konferensi pers yang digelar di Aula Utama Kampus Kedaton pada pagi hari tersebut.
Masalah infrastruktur yang dihadapi kampus ini mencakup beberapa aspek strategis. Pertama, beberapa ruang kelas belum dilengkapi dengan fasilitas audio-visual modern dan sistem pendingin yang memadai. Kedua, perpustakaan kampus masih menggunakan sistem katalogisasi manual dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan database digital. Ketiga, laboratorium untuk program studi teknik dan sains belum dilengkapi dengan peralatan terkini yang diperlukan untuk penelitian tingkat lanjut. Keempat, sistem parkir dan utilitas (air, listrik, jaringan internet) membutuhkan upgrade menyeluruh untuk menampung pertumbuhan jumlah pengguna kampus.
Rincian Program Pembangunan dan Revitalisasi
Program revitalisasi infrastruktur Unismuh Kendari dirancang dengan detail yang matang dan komprehensif, melibatkan konsultasi dengan berbagai stakeholder internal maupun eksternal. Berikut adalah rincian komponen utama dari proyek senilai Rp 47 miliar ini:
Pertama: Gedung Akademik Multifungsi Tahap I (Rp 18 miliar)
Proyek ini mencakup pembangunan gedung bertingkat enam yang akan menjadi pusat pembelajaran bagi mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas Sains. Gedung seluas 8.500 meter persegi ini akan dilengkapi dengan 24 ruang kelas berstandar internasional yang menggunakan teknologi smart classroom, 8 ruang seminar, dan 6 ruang tutorial interaktif. Seluruh ruangan akan didesain dengan mempertimbangkan aspek akustik, pencahayaan alami, dan ergonomi untuk mendukung pengalaman belajar optimal.
“Gedung akademik baru ini akan memiliki sistem pendinginan hemat energi menggunakan teknologi VRF (Variable Refrigerant Flow) dan dilengkapi dengan panel surya di atap untuk mengurangi beban listrik. Kami juga mengintegrasikan konsep green building dalam setiap aspek desainnya,” jelas Arsitek Proyek, Budi Santoso, S.T., M.Eng., yang merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada.
Kedua: Perpustakaan Digital dan Pusat Pembelajaran Terpadu (Rp 12 miliar)
Komponen kedua mencakup pembangunan perpustakaan modern dengan luas 4.200 meter persegi dan sistem otomasi perpustakaan yang terintegrasi penuh. Fasilitas ini akan memiliki kapasitas penyimpanan koleksi 150.000 judul buku, 200 tempat duduk untuk membaca individual, 40 kursi di zona kolaborasi, dan ruang khusus untuk akses koleksi digital berlangganan yang mencakup jutaan jurnal ilmiah dan e-book.
Perpustakaan baru ini juga akan dilengkapi dengan pusat pembelajaran self-access yang menyediakan materi pembelajaran multimedia interaktif, studio podcast untuk kegiatan edukasi mahasiswa, dan area maker space dengan peralatan untuk kegiatan inovatif seperti 3D printing dan desain grafis.
Ketiga: Laboratorium Terpadu dan Fasilitas Penelitian (Rp 10 miliar)
Investasi signifikan juga dialokasikan untuk pembangunan kompleks laboratorium terpadu yang akan melayani kebutuhan penelitian dari berbagai program studi. Fasilitas ini akan mencakup laboratorium biologi molekuler, laboratorium kimia analitik modern, laboratorium mikrobiologi, laboratorium fisika, serta laboratorium untuk program studi teknik industri dan teknik sipil.
Kepala Laboratorium Pusat Unismuh Kendari, Dr. Eni Suryani, M.Sc., menyampaikan optimismenya: “Dengan peralatan laboratorium terbaru yang akan kami peroleh, mahasiswa kami akan mampu melakukan penelitian yang relevan dengan standar nasional dan internasional. Ini akan meningkatkan kapabilitas penelitian kampus secara signifikan.”
Keempat: Renovasi Infrastruktur Utilitas dan Parkir (Rp 7 miliar)
Porsi terakhir dari anggaran digunakan untuk perbaikan menyeluruh terhadap sistem utilitas kampus. Proyek ini mencakup upgrade sistem penyediaan air bersih dengan pembangunan reservoir baru berkapasitas 500.000 liter, instalasi sistem water treatment modern, peningkatan jaringan listrik dengan penambahan transformator, serta ekspansi infrastruktur jaringan internet dengan teknologi fiber optik ke seluruh sudut kampus.
Selain itu, akan dibangun gedung parkir bertingkat empat dengan kapasitas 600 unit kendaraan bermotor, yang dilengkapi dengan sistem manajemen parkir digital dan charging station untuk kendaraan listrik.
Pendanaan dan Sumber Dana
Pertanyaan mengenai sumber pendanaan proyek besar ini menjadi fokus utama dalam konferensi pers. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi, Dr. H. Muhammad Asri, S.E., M.M., menjelaskan bahwa dana tersebut bersumber dari beberapa saluran.
“Sebesar 40 persen dari total investasi berasal dari alokasi dana operasional universitas yang telah kami tabung melalui efisiensi pengelolaan keuangan selama tiga tahun terakhir. Sementara itu, 35 persen akan diperoleh melalui pinjaman lunak dari bank umum dengan bunga kompetitif, dan sisanya sebesar 25 persen kami harapkan dari dukungan hibah dan donasi dari alumni serta mitra industri,” papar Dr. Muhammad Asri dengan detail.
Peran Unit Beasiswa dalam Pembangunan Kampus
Menarik untuk dicatat bahwa Unit Beasiswa UMW (Unismuh Muhammadiyah Welfare), sebagai lembaga internal universitas yang mengelola program kesejahteraan mahasiswa, juga berperan dalam mendukung program revitalisasi ini. Unit ini telah menyiapkan mekanisme untuk memastikan bahwa mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas baru ini mendapatkan kesempatan yang setara tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Kepala Unit Beasiswa UMW, Dra. Siti Nurhaliza, M.Si., mengatakan: “Kami berkomitmen bahwa fasilitas-fasilitas baru yang dibangun akan dapat diakses oleh semua mahasiswa, termasuk mereka yang mendapat beasiswa. Kami juga akan menyediakan program pelatihan gratis tentang cara memanfaatkan perpustakaan digital dan laboratorium untuk meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.”
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Peluncuran program revitalisasi infrastruktur ini diharapkan memberikan dampak positif yang luas terhadap ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan industri modern dengan keterampilan berbasis teknologi terkini.
Kedua, fasilitas penelitian yang lebih baik diproyeksikan akan meningkatkan produktivitas penelitian dosen dan mahasiswa. Saat ini, Unismuh Kendari menghasilkan rata-rata 12 publikasi ilmiah per tahun di jurnal nasional terakreditasi. Target ambisius universitas adalah meningkatkan angka ini menjadi minimal 40 publikasi per tahun dalam lima tahun ke depan.
Ketiga, kampus yang lebih modern dan nyaman akan meningkatkan daya tarik institusi bagi calon mahasiswa baru, baik dari wilayah Sulawesi Tenggara maupun dari luar daerah. Ini diharapkan dapat meningkatkan intake mahasiswa dari rata-rata 1.500 per tahun menjadi 2.000 per tahun.
Keempat, infrastruktur yang lebih baik akan memberikan dampak positif terhadap kepuasan mahasiswa dan dosen, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap tingkat retensi dan kinerja akademik.
Analis pendidikan dari Sulawesi Tenggara, Dr. Reza Ahmadi, yang mengikuti peluncuran program ini, memberikan komentar: “Investasi Unismuh Kendari dalam infrastruktur merupakan langkah progresif yang tepat. Dalam era kompetisi pendidikan tinggi yang semakin ketat, universitas harus memastikan bahwa fasilitas fisik mereka setara dengan kualitas akademik yang ditawarkan. Program ini menunjukkan visi strategis pimpinan universitas.”
Timeline dan Tahapan Pelaksanaan
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyiapkan jadwal pelaksanaan proyek yang detail. Fase pertama (kuartal II-III 2026) meliputi perizinan lengkap, tender konstruksi, dan mobilisasi kontraktor. Fase kedua (kuartal IV 2026 – kuartal II 2027) akan dimulai pembangunan gedung akademik dan perpustakaan secara paralel. Fase ketiga (kuartal III 2027 – kuartal II 2028) mencakup pembangunan laboratorium dan upgrade utilitas, diikuti dengan fase finishing dan serah terima fasilitas pada akhir tahun 2028.
Kesimpulan
Peluncuran program revitalisasi infrastruktur senilai Rp 47 miliar oleh Universitas Muhammadiyah Kendari menandai komitmen serius institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi Tenggara. Dengan fasilitas yang akan dibangun, universitas ini diposisikan untuk menjadi pemimpin dalam inovasi pendidikan dan penelitian di tingkat regional.
Program ini juga mencerminkan tanggung jawab sosial universitas untuk terus berkembang seiring dengan dinamika kebutuhan masyarakat dan industri. Dengan dukungan penuh dari pemerintah lokal, mitra bisnis, dan komunitas akademik, Universitas Muhammadiyah Kendari optimis bahwa semua target pembangunan akan tercapai tepat waktu dan sesuai standar kualitas internasional yang telah ditetapkan.
—
Laporan Pendamping: Tim komunikasi kampus telah mengumumkan bahwa akan diadakan groundbreaking ceremony secara resmi pada Mei 2026 dengan menghadirkan undangan dari kementerian terkait, pemimpin lokal, dan stakeholder pendidikan.