KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penelitian. Pada bulan April 2026 ini, kampus yang berlokasi strategis di Kendari menampilkan sejumlah penelitian inovatif yang melibatkan kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa dalam berbagai bidang keilmuan.
Penelitian-penelitian tersebut mencakup tema-tema relevan mulai dari teknologi berkelanjutan, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui Unit Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMW), lembaga ini berhasil mendorong mahasiswa berprestasi untuk terlibat langsung dalam proses penelitian yang rigor dan bermakna bagi pembangunan daerah.
### Latar Belakang: Komitmen UMK Terhadap Penelitian Berkualitas
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang merupakan bagian dari Nusa Tenggara dalam ekosistem Muhammadiyah, telah lama menjadi institusi pendidikan terpercaya di Sulawesi Tenggara. Dengan visi menjadi universitas yang unggul dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, UMK secara konsisten mengalokasikan sumber daya signifikan untuk mendukung aktivitas penelitian.
Unit Beasiswa UMW yang didirikan lima tahun lalu, memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi, membina, dan memberikan dukungan finansial kepada mahasiswa berprestasi yang ingin menjalani penelitian mendalam. Program ini tidak hanya sekadar memberikan beasiswa, melainkan juga mentoring, akses ke laboratorium modern, dan kesempatan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami percaya bahwa penelitian adalah jantung dari pendidikan tinggi yang bermakna,” ujar Prof. Dr. Ir. Suriadi Taha, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pertemuan dengan tim redaksi pada awal bulan April 2026. “Unit Beasiswa kami dirancang khusus untuk memastikan bahwa mahasiswa berbakat tidak terhalang oleh keterbatasan finansial dalam mengejar passion mereka di dunia penelitian.”
### Penelitian Unggulan: Dari Pertanian Berkelanjutan Hingga Teknologi Energi Terbarukan
Salah satu penelitian yang paling menarik perhatian adalah proyek “Pengembangan Sistem Pertanian Vertikal Berbasis IoT untuk Ketahanan Pangan Daerah Pesisir Sulawesi Tenggara.” Proyek ini dipimpin oleh Dr. Bambang Widodo, S.T., M.T., Dosen di Departemen Teknik Elektro, bersama dengan lima mahasiswa penerima beasiswa dari Unit Beasiswa UMW.
Riset ini lahir dari observasi mendalam terhadap kondisi pertanian lokal di Sulawesi Tenggara yang sering menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan keterbatasan lahan yang subur. Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), sistem pertanian vertikal yang dikembangkan dapat memonitor kondisi tanah, kelembaban, dan intensitas cahaya secara real-time, memungkinkan petani untuk mengoptimalkan hasil panen hingga 300 persen dibanding metode konvensional.
“Tim kami telah melakukan uji coba prototipe di tiga lokasi berbeda di sekitar Kendari, dan hasilnya sangat menjanjikan,” tutur Dr. Bambang Widodo dengan antusiasme. “Yang paling membanggakan adalah bahwa mahasiswa-mahasiswa kami tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar terlibat dalam setiap tahap pengembangan, dari desain hingga implementasi lapangan.”
Mahasiswa yang terlibat, termasuk Rizki Pratama dari Program Studi Teknik Elektro angkatan 2021, menceritakan pengalamannya. “Melalui beasiswa UMW, saya mendapat kesempatan emas untuk menerapkan ilmu yang saya pelajari di kelas ke dalam sebuah proyek nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini jauh berbeda dari sekadar menyelesaikan tugas kuliah,” kata Rizki dengan penuh kepercayaan diri.
Penelitian kedua yang sama pentingnya adalah “Formulasi Ekstrak Tumbuhan Lokal untuk Pengembangan Obat Herbal Anti-Diabetes Tipe 2.” Studi ini dipimpin oleh Dr. Siti Nur Azizah, M.Pharm., Ph.D., dari Departemen Farmasi UMK, bekerja sama dengan delapan mahasiswa program studi Farmasi.
Diabetes tipe 2 merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini fokus pada identifikasi dan pengujian ekstrak dari tumbuhan lokal yang secara tradisional digunakan masyarakat untuk mengelola kondisi kesehatan serupa. Dengan menggunakan metodologi penelitian modern dan standar farmakologi internasional, tim Dr. Siti telah mengidentifikasi lima kandidat tumbuhan dengan potensi signifikan sebagai bahan baku obat herbal.
“Data awal dari uji in vitro sangat mendorong. Beberapa ekstrak menunjukkan aktivitas anti-diabetes yang setara dengan obat sintetis standar, tetapi dengan efek samping yang jauh lebih minimal,” jelaskan Dr. Siti Nur Azizah. “Mahasiswa-mahasiswa kami telah belajar tentang pentingnya riset berbasis bukti dan etika penelitian yang ketat. Ini adalah pelajaran yang tidak bisa didapat di mana-mana.”
### Penelitian Lanjutan di Bidang Kelautan dan Lingkungan
Tidak ketinggalan, UMK juga menjalankan penelitian signifikan dalam bidang kelautan, mengingat Kendari sebagai kota pesisir yang kaya sumber daya laut. Proyek “Mitigasi Sampah Plastik Mikro di Ekosistem Terumbu Karang Sulawesi Tenggara” dipimpin oleh Dr. Eko Prasetyo, M.Sc., dari Program Studi Biologi.
Penelitian ini melibatkan kolaborasi intensif dengan mahasiswa untuk melakukan sampling dan analisis komposisi sampah plastik mikro di berbagai lokasi terumbu karang. Data yang dikumpulkan akan menjadi baseline untuk pengembangan strategi mitigasi jangka panjang yang melibatkan pemerintah daerah dan komunitas nelayan lokal.
“Terumbu karang adalah aset berharga tidak hanya bagi ekosistem, tetapi juga bagi ekonomi lokal karena mendukung industri perikanan dan pariwisata,” ujar Dr. Eko Prasetyo. “Penelitian ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan Sulawesi Tenggara.”
### Peran Unit Beasiswa UMW dalam Mendorong Penelitian Berkualitas
Direktur Unit Beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Hasan Basri, M.A., mengungkapkan bahwa program beasiswa yang mereka kelola memiliki tiga pilar utama: dukungan finansial penuh, mentoring akademik intensif, dan akses ke fasilitas riset terkini.
“Kami menerima sekitar 150 aplikasi setiap tahun, dan hanya 30-35 mahasiswa yang diterima. Seleksinya sangat ketat, bukan hanya berdasarkan prestasi akademik, tetapi juga komitmen mereka terhadap penelitian dan kontribusi sosial,” jelas Drs. Hasan Basri.
Dukungan finansial yang diberikan tidak hanya mencakup uang kuliah penuh, tetapi juga dana operasional penelitian, kesempatan untuk menghadiri konferensi internasional, dan bantuan dalam proses publikasi hasil penelitian di jurnal terakreditasi.
Mahasiswa penerima beasiswa juga mendapat akses ke Laboratorium Penelitian Terpadu UMK yang dilengkapi dengan peralatan modern, termasuk spektrofotometer, DNA sequencer, dan perangkat IoT terkini. Fasilitas ini memastikan bahwa mahasiswa dapat melakukan penelitian dengan standar internasional meskipun mereka berada di daerah.
### Dampak dan Prospek Penelitian
Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMK, Prof. Dr. Ir. Muhammad Syukur, Ph.D., menyatakan bahwa penelitian-penelitian tersebut telah menghasilkan beberapa output yang signifikan. “Tahun ini saja, kami telah menargetkan minimal 20 publikasi di jurnal nasional terakreditasi dan 10 publikasi di jurnal internasional. Selain itu, tiga dari enam penelitian yang sedang berjalan sudah menghasilkan prototipe yang siap untuk didiskusikan dengan mitra industri lokal untuk proses komersial.”
Lebih lanjut, Prof. Muhammad Syukur menambahkan bahwa penelitian-penelitian ini telah menarik perhatian dari berbagai stakeholder eksternal, termasuk pemerintah daerah Sulawesi Tenggara, kementerian pendidikan, dan organisasi internasional yang fokus pada pembangunan berkelanjutan.
“Kami telah menerima undangan untuk mempresentasikan penelitian pertanian vertikal kami di sebuah forum regional tentang ketahanan pangan yang akan diadakan oleh ASEAN pada bulan September. Ini adalah pengakuan terhadap kualitas riset kami,” ungkap Prof. Muhammad Syukur dengan bangga.
### Testimoni Mahasiswa dan Dampak Personal
Selain Rizki Pratama, beberapa mahasiswa lain juga berbagi pengalaman mereka. Nadia Putri Hartono, mahasiswa Program Studi Farmasi angkatan 2020 yang terlibat dalam penelitian obat herbal, menceritakan bahwa pengalaman ini telah mengubah perspektifnya tentang ilmu pengetahuan.
“Saat masuk kuliah, saya hanya berpikir ingin lulus dan mencari kerja. Tetapi melalui beasiswa UMW, saya menyadari bahwa seorang farmasis memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini membuat saya percaya bahwa saya bisa membuat perbedaan nyata,” ungkap Nadia dengan penuh semangat.
Sementara itu, Ahmad Rizaldi dari Program Studi Biologi yang terlibat dalam penelitian terumbu karang menceritakan bagaimana penelitian ini membuka mata mereka terhadap pentingnya konservasi lingkungan. “Ketika kami turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi terumbu karang yang rusak, serta menemukan sampah plastik di sana-sini, kami merasa termotivasi untuk bekerja lebih keras agar penelitian ini dapat benar-benar membawa perubahan positif,” kata Ahmad.
### Kolaborasi dan Jaringan Penelitian
Salah satu keunggulan lain dari program beasiswa UMW adalah kemampuannya untuk memfasilitasi kolaborasi penelitian. Dr. Bambang Widodo, misalnya, telah menjalin kerjasama dengan peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin dan Institut Pertanian Bogor untuk memperkuat metodologi penelitian pertanian vertikalnya.
“Jaringan ini sangat penting karena memungkinkan kami untuk belajar dari pengalaman peneliti lain di wilayah yang berbeda. Setiap daerah memiliki konteks unik yang memerlukan solusi yang disesuaikan,” jelas Dr. Bambang Widodo.
Hal serupa juga dilakukan oleh Dr. Siti Nur Azizah yang telah menjalin kerjasama dengan laboratorium farmakologi di Universitas Indonesia untuk melakukan uji toksisitas lebih mendalam terhadap kandidat obat herbal yang mereka identifikasi.
### Tantangan dan Rencana Masa Depan
Meskipun capaiannya impresif, Prof. Dr. Ir. Suriadi Taha mengakui bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi. “Keterbatasan dana penelitian masih menjadi hambatan utama. Kami sangat bergantung pada dana internal universitas dan beberapa sponsor eksternal. Untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut, kami membutuhkan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah pusat dan daerah,” ujar Rektor UMK.
Untuk tahun-tahun mendatang, rencana UMK adalah memperluas program beasiswa UMW dengan meningkatkan jumlah penerima dari 35 menjadi 50 mahasiswa per tahun. Selain itu, universitas juga berencana untuk membangun Research and Innovation Hub yang akan menjadi pusat kolaborasi antara kampus, industri, dan komunitas lokal.
“Kami juga ingin mengembangkan program magang penelitian jangka panjang dimana mahasiswa dapat bekerja sama dengan UMKM lokal untuk menerapkan hasil penelitian mereka secara langsung. Ini akan menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tambah Prof. Suriadi Taha.
### Kesimpulan: Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai Pusat Inovasi
Dengan penelitian-penelitian inovatif yang sedang berjalan, Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil membuktikan bahwa sebuah kampus di daerah dapat menjadi pusat penelitian yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan lokal. Unit Beasiswa UMW telah terbukti menjadi instrumen efektif dalam mengidentifikasi dan memberdayakan mahasiswa berbakat untuk berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan Sulawesi Tenggara.
Ke depannya, dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Universitas Muhammadiyah Kendari berpotensi untuk menjadi rujukan penelitian tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional. Penelitian-penelitian yang sedang berjalan saat ini adalah batu loncatan menuju visi besar universitas untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas.
—
Artikel ini adalah reportase dari kegiatan penelitian Universitas Muhammadiyah Kendari per 03 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut tentang Unit Beasiswa UMW dan program penelitian, masyarakat dapat menghubungi Direktorat Akademik UMK atau mengunjungi website resmi universitas.